Ketika senja mulai merona di ufuk barat dan Rekti Yoewono mulai bernyanyi di telingaku, mesin 124cc tahun ‘76 bukan masalah untuk menaklukkan jalur Solo-Jogja.
Aku terus bernyanyi di atas kuda besi untuk merayakan tenggelamnya matahari.
Ketika senja mulai merona di ufuk barat dan Rekti Yoewono mulai bernyanyi di telingaku, mesin 124cc tahun ‘76 bukan masalah untuk menaklukkan jalur Solo-Jogja.
Aku terus bernyanyi di atas kuda besi untuk merayakan tenggelamnya matahari.